Dari kamu aku mengetahui.

Dari kamu aku mengetahui;
Kalau cinta tidak pernah cukup dengan nyali. Ia jauh lebih dari itu.

Dari kamu, aku belajar kesetiaan. Aku belajar bahwa cinta butuh penjagaan yang luar biasa. Kau ajarkan aku caranya menjaga, dari hal-hal paling kecil yang bahkan tidak pernah aku sangka.

Dari kamu pula aku mengetahui; bahwa cinta itu magis luar biasa. Bahwa ternyata, cinta bisa membuat aku dan kamu mendengar dan memahami hati satu sama lainnya. Bahwa cinta bisa mendengarkan ketulusan, mendengarkan kegelisahan, mendengarkan ketakutan. Rasanya aku bisa mendengar seluruh hatimu, dan aku tahu bahwa kamu memahami dengan baik tentang hatiku.

Aku melihat kamu: yang menjaga, yang setia, yang berusaha, yang hilang, yang tersesat, yang rapuh, yang menangis, dengan hati dan kedewasaan yang luar biasa.

Tapi perjalanan tidak pernah luput dari sebuah ujian.

Bahwa untuk melewati ujian-ujian itu aku dan kamu harus selalu bersabar atas apapun yang mungkin menimpa. Atas hal-hal yang mungkin membuat lelah dan menanti kapankah akhirnya akan tiba. Atas rasa yang mungkin ingin membuat menyerah di tengah perjalanan yang belum usai. Atas rasa yang terkadang membuat tergesa-gesa menyimpulkan, pun mengambil keputusan.

Karena perjalanan ini benar-benar panjang.

--

Dan atas semua pemberian, kasih sayang, ketulusan, penjagaan yang luar biasa--yang bahkan mungkin kamu sendiri lupa, terimakasih.
Aku menyayangi kamu.
Dan dari sini, aku tau kalau Allah lah yang harus mengambil alih.

Komentar

Postingan Populer